-->

Selasa, 28 Februari 2017

Emas Monas Ternyata Berasal dari Desa di Bengkulu Ini

author photo
Desa Lebong Tandai (Goodnewsfromindonesia.id)
Tamoranews.com - Monumen Nasional (Monas) yang berdiri kokoh sejak dibangun pada 17 Agustus 1961 itu punya cerita menarik, terutama menyoal emas di bagian paling atasnya. Emas itu diketahui berasal dari salah satu desa di Bengkulu.

Adalah Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih yang menjadi salah satu desa penghasil emas di Bengkulu. Dari desa itulah, Teuku Markam Penyumbang Emas Terbesar mengambil emas tersebut untuk Monas.

Penambang Emas di Desa Lebong Tandai/ceritadaerahkami.blogspot.co.id
Dikutip laman Bengkulutime, Lebong Tandai merupakan lokasi yang dipenuhi emas pada masa penjajahan Belanda. Masyarakatnya berasal dari Suku Rejang yang merupakan penduduk asli dan pendatang dari Jawa Barat.

Mereka adalah keturunan dari pekerja tambang yang dibawa pada masa penjajahan Belanda. Di masa itu, aktivitas pertambangan di daerah itu dimulai sejak 1890 oleh perusahaan Mijnbouw Maatschappij Redjang Lebong dan Mijnbouw Maatschappij Simau.

Lubang bekas penggalian emas untuk Monas/expo2012online1.blogspot.co.id
Kedua perusahaan itu merupakan penyumbang besar ekspor emas perak Hindia Belanda dengan produksi ratusan ton emas dan perak selama 1896-1941. Ya, mereka menjadi perusahaan pertama yang melakukan eksploitasi emas secara besar-besaran di nusantara.

Bahkan diketahui, ketika masa operasional tambang dimulai, dalam sekejap Lebong Tandai disulap menjadi kota kecil yang cukup mewah.

Berlian Kuning, bekas tempat billiard di Desa Lebong Tandai/rejang-lebong.blogspot.co.id
Mijnbouw Maatschaappij Simau membangun beberapa fasilitas seperti lapangan tenis, lapangan basket, rumah sakit, rumah bola (biliard), hingga rumah bordil yang populer dengan sebutan rumah kuning.

Asmadi, warga setempat menjelaskan, meski menyisakan sejarah, namun peninggalan masa kejayaan Desa Lebong Tandai masih ada hingga saat ini, meski kondisinya tak lagi mulus.

"Lapangan bola, tempat biliard, gedung bioskop, serta beberapa bangunan megah lainnya, yang sekarang telah rusak dan ditempati warga," kata Asmadi.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post