-->

Senin, 29 April 2013

Hati-hati, Kurang Tidur Bisa Bikin Sperma Cacat

author photo
Aktivitas yang makin padat membuat laki-laki kerap menggunakan waktu tidur untuk bekerja, sehingga hampir bisa dipastikan jam tidur menjadi kurang. Jangan anggap remeh, sering kurang tidur bisa turunkan kesuburan laki-laki.


Para peneliti mengungkapkan bahwa laki-laki yang kurang tidur atau mengalami gangguan tidur memiliki jumlah sperma seperempat lebih sedikit dibandingkan mereka yang jam tidurnya cukup. Selain itu, laki-laki yang jam tidurnya kurang dari 6 jam per hari juga memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dan ukuran testis yang lebih kecil, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (26/4/2013).

"Laki-laki dengan gangguan tidur tingkat tinggi memiliki konsentrasi sperma 29 persen lebih rendah. Ini merupakan penelitian pertama yang menemukan adanya hubungan antara gangguan tidur dengan kualitas sperma," ujar Tina Kold Jensen, pemimpin peneliti dari University of Southern, Denmark.

Penelitian ini mempelajari 953 laki-laki dari Denmark berusia 18 tahun atau lebih dan meminta mereka untuk mengisi kuesioner tentang kualitas dan kuantitas tidur mereka. Kemudian dibuat perbandingan antara jawaban kuesioner dan sampel spermanya.

Hasilnya, mereka yang mengalami gangguan atau kurang tidur dalam 4 minggu terakhir memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Spermanya bahkan kurang aktif dan cenderung cacat.

Dr Remy Slama, seorang peneliti dari Joseph Fourier University, Prancis, menambahkan bahwa hasil penelitian ini merupakan efek negatif dari gaya hidup saat ini, dimana laki-laki cenderung memiliki sedikit waktu untuk tidur.

"Penelitian ini menambahkan beberapa faktor yang sebelumnya sudah diketahui mempengaruhi kualitas kesuburan laki-laki, yaitu kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, dan paparan polusi," lanjut Slama.

Hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology ini menambahkan bahwa mereka akan melanjutkan penelitian untuk menemukan apakah ada perbaikan kualitas sperma jika para laki-laki ini kembali memperbaiki jam tidur mereka.

Namun, para peneliti telah sepakat bahwa jumlah jam ideal untuk istirahat adalah 7-8 jam per malam, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post