-->

Jumat, 17 Februari 2017

Ini Asal-usul Keris Kerap Dikaitkan dengan Kekuatan Mistis

author photo
Dulu keris digunakan sebagai perlengkapan perang untuk prajurit kerajaan, tetapi fungsi bergeser jadi senjata berbau mistis.


Tamoranews.com - Keris merupakan senjata tradisional Indonesia yang merupakan hasil kebudayaan masa lalu. Meski sekarang keris masih banyak dijumpai di negeri ini, namun fungsinya sudah berubah. Kini keris peninggalan kerajaan malah kerap dijadikan bahan penelitian.

Dikutip dari buku Keris Koleksi Museum Negeri Propinsi Bali karya Putu Budiastra, pergeseran fungsi semacam itu dapat mengakibatkan keris kurang dikenal oleh golongan muda.

Keris dalam bahasa Jawa disebut dhuwungatau curigo. Biasa juga disebut tosan aji atau wesi aji. Dalam pandangan masyarakat keris mempunyai tempat tersendiri, sebab merupakan senjata yang dianggap mempunyai kekuatan gaib.

Dalam kaitannya dengan kebudayaan manusia, keris yang merupakan senjata tusuk, termasuk dalam sistim peralatan hidup atau teknologi. Sedangkan peralatan hidup sendiri termasuk unsur-unsur kebudayaan universal (kultural universal).

Di Bali, keris dan sejenisnya juga dianggap sebagai pusaka yang berkekuatan gaib, yang mampu menghindarkan pemiliknya dari bahaya. Kemudian biasa dipakai pula sebagai pelindung diri. Hal tersebut berkaitan erat dengan kepercayaan.

Sedangkan kekuatan yang terkandung pada tiap keris tidak sama, tergantung pada para pembuat atau Empu.

Dalam cerita pewayangan yang bersumber pada kitab Mahabharata dan Arjuna Wiwaha, banyak dijumpai mitos tentang keris.

Dari sumber lain seperti kitab Nagara Kertagama dan Pararaton dikenal keris buatan Empu Gandring yang dipesan oleh Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung dari Tumapel. Keris tersebut dikatakan sangat sakti.

Kekuatan gaib pada sebuah keris tercermin dalam cara mendapatkannya, seseorang percaya, sebelum mendapatkan keris terlebih dahulu mendapatkan ilham.

Keris yang demikian disebut 'Keris Tiban' yaitu keris yang tidak tahu asal usulnya. Kepercayaan-kepercayaan di atas makin menambah keruwetan pembuktian ilmiah. Tetapi sebaliknya kepercayaan masyarakat terhadap karismatik keris akan bertambah.

Fungsi Senjata dan Fungsi Gaib

Keris sebagai senjata tradisional dibuat dengan teknik tertentu, keberadaannya kerap disebut mengandung nilai-nilai kekuatan. Oleh karena itu keris sangat disenangi oleh kalangan para raja dan para pembesar-pembesar istana lainnya.

Keris dipakai untuk melengkapi bidang keamanan, maka terbentuklah suatu sistem kemiliteran lengkap dengan senjata. Pimpinan pasukan selalu berusaha membuat teknik untuk melindungi segala sesuatu yang mengancam.

Pada zaman dahulu, sebuah kerajaan setiap prajurit atau warganya sering mempergunakan keris atau tombak sebagai alat perang pasukan kemiliteran.

Gaib

Selain sebagai senjata, keris juga dianggap mengandung kharisma dan nilai gaib, baik di kalangan para raja-raja dan pembesar istana, maupun di kalangan rakyat. Di kalangan raja–raja, keris mempunyai fungsi yang sangat penting.

Dalam 'Babad Dalem' dijelaskan, pada awal kekuasaan Majapahit di Bali, pulau Bali yang dipimpin seorang raja bernama Dalem Kresna Kepakisan keadaannya tidak begitu aman karena sering terjadi pemberontakan.

Raja tidak bisa mengatasi kenyataan yang telah terjadi. Kekacauan ini kemudian dilaporkan ke Majapahit. Akhirnya untuk mengatasi hal ini oleh raja Majapahit Dalem Kresna Kepakisan dianugrahi sebuah keris yang bernama Ki Durga Dungkul.

Berkat kesaktian keris ini para pemberontak menjadi takut dan tunduk terhadap raja. Jadi semenjak keris Durga Dungkul ini dipegang oleh raja, masyarakat Bali menjadi aman dan tentram.

Itulah merupakan salah satu nilai magis yang terdapat dalam keris yang berlaku di kalangan raja-raja di Bali.

Di kalangan rakyat, keris-keris yang dimiliki juga mempunyai nilai dan fungsi tertentu seperti, keris baik dibawa untuk bepergian jauh, supaya mendapat keselamatan dari serangan musuh atau binatang buas, sehingga orang lain menaruh belas kasihan kepadanya.

Keris dibawa oleh pemilik untuk mencari mata pencaharian agar tidak kurang sandang pangan dan semua harta benda terkumpul atau dipakai bertani, berladang dan berdagang dengan harapan agar hasil panen berlipat.

Keris dipakai untuk mengabdi kepada raja. Kemudian keris juga dipakai untuk menjaga pekarangan rumah dan baik pula dipakai menolak kalangan yang diakibatkan dari serangan magic.

Lalu keris juga kerap dipakai oleh kalangan dukun sebagai penawar atau penyembuhan orang-orang sakit.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post