-->

Kamis, 04 Juli 2013

7 Orang Usaha Bunuh Diri Tetapi Hidup Kembali

author photo
Bunuh diri adalah sebuah upaya mengakhiri hidup oleh seseorang yang begitu menyedihkan. Sehingga kerap kali orang-orang yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri dianggap tidak nyaman dan tidak tenang.

Tapi tahukah kamu kalau rupanya ada orang-orang yang saat mencoba bunuh diri justru meraih kegagalan? Orang-orang seperti itu dianggap memiliki kesempatan kedua untuk hidup kembali. Tergantung mereka akan menghargai kehidupan itu atau menyia-nyiakan begitu saja.

Kira-kira siapa ya yang gagal bunuh diri lalu mencoba untuk menghormati kehidupannya yang kedua?

1. Lompati Jembatan Dengan Anak


Seorang ibu berusia 28 tahun, Angela Schuman mengalami perebutan hak asuh anak dengan sang mantan suami. Akhirnya pada musim gugur 2005, tiga hari sebelum ulang tahun ke-2 putrinya, Schuman mengajak sang putri bunuh diri dengan melompat dari jembatan Humber. Beruntungnya dua orang ini selamat, di mana sang putri ditemukan hidup dalam kondisi hipotermia dan Schuman harus mengalami patah tulang bagian bawah dan dirinya menerima hukuman 18 bulan penjara.

2. Putus Cinta dan Lompati Jembatan


Pada tahun 1995, seorang perempuan bernama Connie Mercure yang berusia 29 tahun melompat di jembatan teluk New York sedalam 230 kaki. Mercure melakukan hal itu karena putus cinta. Meskipun sudah dicegah kepolisian dan bahkan sang mantan pacar, Mercure tetap melompat. Ajaibnya, dia selamat dan dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis dengan patah kaki, patah panggul, luka dalam dan hipotermia.

3. Lompati Jembatan Karena Judi


Pada September 2003, Belizaire (36) mencoba bunuh diri dengan melompat di jembatan Jacques Carties yang membelah sungai Saint Lawrence dari pulau Montreal ke pantai selatan Longueuil, Quebec - Kanada. Hal itu dilakukan Belizaire karena hutang yang didapat akibat kecanduan judi. Beruntungnya Belizaire selamat namun mengalami lumpuh dari dada sampai ke bawah kaki. Kesempatan hidup kedua justru membuat Belizaire lebih semangat dan mencegah anak muda melakukan judi.

4. Gagal Menemukan Ayah


Hanns Jones merasa dirinya berantakan setelah putus cinta, dipecat dari kerjaan dan gagal menemukan sang ayah. Jones memang sedari kecil sudah berusaha menemukan ayahnya yang telah meninggalkan semenjak kecil. Dirinya lalu melompat dari jembatan Sunshine Skyway setinggi 200 kaki, namun saat melompat dia mengingat anaknya dan justru ingin hidup. Meskipun patah tulang rusuk, leher patah, limpa pecah dan paru-paru seakan runtuh, dia berenang terus sampai ditemukan tim SAR. Selama dua minggu di rumah sakit, ajaibnya seorang pria yang membaca kabar itu akhirnya datang dan dia adalah ayah Jones.

5. Lompat Karena Depresi


Pukul 23.00 pada 28 Mei 1979, seorang pria berusia 22 tahun bernama John Dittmann melompat dari jembatan Aurora. Hal itu dilakukan karena depresi akibat penyakit mental. Namun sepersekian detik usai melompat, Dittmann ingin hidup meski akhirnya dia harus meluncur bebas dengan kecepatan 70 mil/jam. Keinginan bertahan hidup berhasil membuat Dittmann kembali ke permukaan air meski retak tulang dan paru-paru memar.

6. Lompat Karena Bipolar Disorder


Pada tahun 2000 di usia 12 tahun, Kevin Hines mengalami bipolar disorder hebat yang membuatnya depresi dan ingin bunuh diri dengan melompat dari Golden Gate - San Fransisco. Secara tiba-tiba, Hines yang sudah melompat menyadari melakukan kesalahan dan dia berdoa. Apa yang terjadi? Meski meluncur 40 kaki di bawah air, Hines selamat. Setelah itu dia mengalami rehabilitasi fisik dan kini bahkan menjadi aktivis pencegah bunuh diri.

7. Putus Cinta dan Lompati Tebing


Pada Juni 1995, Martin Hinchcliffe yang berusia 15 tahun melompat dari tebing Beachy Head karena bertengkar dengan pacarnya. Begitu menyadari dia keliru, Hinchcliffe bahkan menghisap kerikil untuk menjaga agar tidak dehidrasi. Selama 3 hari dirinya bertahan hidup demikian dan berhasil diselamatkan meski mengalami patah kaki.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post