-->

Senin, 27 Maret 2017

Power Rangers: Lebih dari Sekadar Nostalgia untuk Generasi 90-an

author photo

Tamoranews.com - Generasi tahun 90-an mungkin kini tengah bernostalgia dengan masa lalu, nongkrong di depan televisi dan bersemangat begitu riff gitar lagu tema Power Rangers mulai membahana. Ya, lima jagoan warna-warni ini kini bereinkarnasi ke sebuah film layar lebar dalam versi terbaru.
Seperti aslinya, Power Rangers masih mengambil tempat di sebuah kota fiktif bernama Angel Grove. Di sebuah SMA di kota ini, lima remaja yang tak saling akrab bertemu di ruang hukuman.


Mereka adalah Jason (Dacre Montgomery) bintang football yang kerap ambil resiko, Kimberly (Naomi Scott) si gadis populer bertemperamen keras, serta Billy (RJ Cyler) siswa cerdas penyandang autisme. Selain ketiganya, ada Trini (Becky G) si anak pindahan penyendiri yang selalu bicara sinis dan Zack (Ludi Lin) lelaki bandel yang doyan bertindak nekat dan gila-gilaan.


Kelimanya bertemu lagi dalam sebuah peristiwa di tambang tua. Karena keteledoran Billy dan kenekatan Zack, kelimanya mendapat lima buah koin dengan warna berbeda, yang memberikan mereka kekuatan super.

Penasaran, kelima remaja ini lantas kembali ke tambang tua tersebut. Di sana, mereka malah terjebak dalam sebuah pesawat luar angkasa, dan bertemu makhluk ganjil yang mengaku bernama Alpha 5 dan Zordon—yang berbentuk wajah raksasa di dinding.

Kelimanya, dilatih untuk menerima kekuatan Power Rangers—termasuk zirah dan Zords alias robot besar yang bakal mereka tunggangi. Tujuannya satu, mengalahkan penjahat kejam Rita Repulsa yang ingin menguasai kekuatan besar yang terpendam di Angel Grove.

Hanya saja, latihan mereka justru menemui jalan buntu. Padahal, Rita Repulsa makin menyempurnakan kebangkitannya.
Mampukah Power Rangers menyelamatkan Angel Grove dan bumi?

Familiar, Namun Tetap Penuh Kejutan


Menyaksikan film Power Rangers versi ini, jelas banyak kesamaan dengan serial aslinya yang membuat film ini terasa begitu familiar. Selain nama para tokoh dan lokasi kejadian, film ini juga tergolong sangat ringan, mirip dengan serial dua dekade lalu.
Namun, film Power Rangers tak lantas hanya jadi sekadar ajang nostalgia untuk generasi 90-an. Film ini tak seringan serial dari tahun 90-an yang memang ditargetkan untuk anak-anak. Kali ini, fokusnya lebih pada sisi psikologi remaja, dalam sejumlah kondisi yang berbeda. Termasuk para remaja dengan kondisi yang selama ini tak terlalu banyak diangkat dalam film, yakni penyandang autisme dan LGBT.


Sementara itu, kelima tokoh yang ada dalam film ini juga terbilang cukup berwarna. Tak hanya soal kelima Ranger yang berasal dari etnis yang berbeda, namun juga soal latar belakang mereka dan segala permasalahan yang mereka hadapi. Hal lain yang cukup menyenangkan, adalah sutradara Dean Israelite menakar agar kelima tokoh ini ditampilkan secara relatif berimbang.
Sepanjang film berdurasi sekitar dua jam ini, ada sejumlah twist yang—bisa jadi—bakal membuat penggemar serial aslinya kaget. Terutama, soal latar belakang Zordon dan Rita Repulsa.

Iklan yang Berlebihan


Meski cukup banyak hal yang terbilang menyenangkan, ada juga sejumlah hal yang membuat kening berkerut selama menyaksikan film ini. Yang paling terasa, adalah keberadaan iklan yang terlalu mencolok. Penonton seakan ditampar-tampar dengan product placement yang terasa begitu vulgar.
Selain itu, film ini juga memiliki sejumlah kejanggalan dan pertanyaan yang tak terjawab hingga di akhir film. Seperti soal siapa yang menolong kelima remaja ini dalam sebuah kecelakaan fatal.


Sementara itu, film Power Rangers yang lebih berfokus pada dinamika dalam kelompok Jason dkk, mungkin akan membuat sebagian penonton merasa sebal. Pasalnya, porsi drama dalam film ini memang sedikit banyak menggusur bagian laga dalam film ini.

Jadi, apa hal-hal ini lantas menyurutkan keinginan Anda menonton film Power Rangers? Bila tidak, maka pastikan Anda akan tetap berada di tempat duduk sampai credit title berakhir. Ya, sudah bisa ditebak, akan ada adegan post-credit yang cukup penting dan menjadi petunjuk film Power Rangers selanjutnya.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post